Logo Muktamar NU ke-35
← Semua berita
liputan · 19 Agustus 2026

Kampung Buku Dadakan Semarakkan Muktamar NU ke-35 Jombang

Kampung Literasi Gang Aufa memadukan buku, diskusi, budaya, hingga kuliner lokal khas Jombang.

Rep. Saiful

Red. Cak / Fajar

Kampung Literasi Gang Aufa berlokasi di sebelah barat kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang
Kampung Literasi Gang Aufa berlokasi di sebelah barat kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang

JOMBANG – Kampung Literasi Gang Aufa layak menjadi spot pilihan di sela mengikuti agenda Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Selain lokasinya dekat, di tempat ini pengunjung akan dimanjakan dengan ribuan koleksi buku yang bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh dari Jombang.

Berada tepat di sebelah barat kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Kampung Literasi Gang Aufa disulap menjadi ruang publik yang memadukan buku, diskusi, budaya, hingga kuliner lokal khas Jombang.

Kawasan yang berada di wilayah RT 01 Desa Tambakrejo itu menjadi salah satu alternatif bagi muktamirin maupun masyarakat yang ingin menikmati suasana berbeda di tengah padatnya rangkaian Muktamar ke-35 NU.

Kampung Literasi Gang Aufa merupakan hasil kolaborasi warga setempat bersama Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jombang.

Konsepnya sederhana, tetapi sarat makna. Pengunjung tidak hanya diajak datang untuk membeli makanan atau buku, tetapi juga menikmati ruang bertukar pengetahuan dan gagasan.

Kepala Kampung Literasi Gang Aufa, Andri Widiyanshah, mengatakan kawasan tersebut memang disiapkan untuk menjadi ruang yang nyaman bagi muktamirin dan masyarakat umum. "Kampung Literasi hadir untuk memberikan kenyamanan bagi para muktamirin dan masyarakat umum yang ingin mengoleksi buku-buku pilihan sebagai kenang-kenangan menghadiri Muktamar ke-35 NU," ucap Andri, Selasa (18/8/2026).

Berburu Koleksi Buku hingga Bedah Gagasan

Belasan penerbit dari berbagai daerah turut dilibatkan untuk meramaikan Kampung Literasi. Beragam buku disiapkan, mulai dari pengetahuan umum, keislaman, hingga literatur yang berkaitan dengan sejarah dan khazanah Nahdlatul Ulama.

Namun, daya tarik kawasan ini bukan hanya koleksi ribuan buku yang dipajang. Sejumlah diskusi keilmuan dan bedah buku juga disiapkan untuk menghidupkan suasana literasi selama gelaran Muktamar.

"Kegiatan tersebut dipusatkan di Musholla H. Djoenoes Gang Aufa. Sejumlah lembaga, penerbit, aktivis pergerakan, hingga penulis dijadwalkan ikut ambil bagian dalam rangkaian acara," ujarnya melanjutkan.

Dengan begitu, pengunjung bisa datang bukan sekadar untuk mencari buku, tetapi juga mendapatkan perspektif dan pengetahuan baru melalui forum diskusi.

Dari Buku Berlanjut ke Kuliner Warga

Menariknya, geliat Kampung Literasi tidak berhenti pada aktivitas literasi. Warga Gang Aufa juga ikut mengambil peran dengan membuka ruang bagi UMKM dan pedagang lokal.

Di sepanjang gang, puluhan pelaku usaha menyiapkan aneka makanan dan minuman untuk para pengunjung. Beragam kuliner khas Jombang menjadi pelengkap setelah muktamirin berkeliling melihat buku atau mengikuti diskusi.

"Kehadiran UMKM itu sekaligus menjadi kesempatan bagi warga sekitar untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari tingginya aktivitas selama Muktamar ke-35 NU," ungkapnya.

Perpaduan buku, diskusi, budaya, dan kuliner membuat Gang Aufa memiliki warna tersendiri di tengah kemeriahan Muktamar. Kampung Literasi pun menjadi bukti bahwa perhelatan besar NU tidak hanya berlangsung di dalam forum resmi.

"Masyarakat sekitar juga bisa ikut menyambut tamu dengan menghadirkan ruang yang edukatif, terbuka, sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi warga," pungkasnya.