Pesan Putri Gus Dur untuk Pemenang Muktamar NU ke-35 Jombang
Yenny Wahid berpesan kepada pengurus PBNU periode mendatang untuk berpegang teguh pada qanun asasi dan khittah NU.
Rep. Saiful
Red. Cak / Fajar
JOMBANG – Putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Ipul), Yenny Wahid, berpesan kepada pihak mana pun yang nanti mendapat amanah sebagai Rais Aam dan Ketua Umum Tanfidziah untuk merangkul semua elemen dalam berkhidmah. Dia mengingatkan, muktamar jangan sampai melahirkan faksi-faksi baru dan melestarikan konflik internal.
“Saya berharap sekali bahwa Muktamar yang akan berlangsung di Tambakberas ini siapapun yang akan memenangkan akan terpilih, maka kewajiban utamanya adalah menyatukan seluruh faksi yang sekarang terlibat dalam pertarungan, pertikaian,” ujarnya saat mendampingi Duta Besar Australia untuk Indonesia, H. E. Rod Brazier, mengunjungi Kabupaten Jombang, Selasa (18/8/2026).
Lebih lanjut, Yenny Wahid juga berpesan kepada pengurus PBNU periode mendatang untuk berpegang teguh pada qanun asasi dan khittah NU. “Mengembalikan NU kembali ke khittah-nya lalu menjadikan qanun asasi sebagai prinsip dasar menjalankan NU ke depannya nanti, itu saja dari saya,” katanya.
Muktamar ke-35 NU akan berlangsung di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang pada 27-31 Agustus 2026. Salah satu agenda utama muktamar adalah memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode berikutnya.
Sejumlah pihak telah mendeklarasikan diri sebagai kandidat ketua umum, di antaranya KH Yahya Cholil Staquf, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, dan KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin.